hhhhmmmmm ऽ

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

ONE PIECE RELOADED

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

ALL MEMBER JKT48 TEAM J

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Proses Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM SUATU ORGANISASI
Pengambilan keputusan dalam berorganisasi merupakan suatu hal yang penting untuk diperhatikan dalam berorganisasi. Dalam hidup berorganisasi yang etrdiri dari beberapa individu yang memiliki cara pandang serta pemikiran yang benerka ragam. Perlu adanya suatu kata mufakat agar organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya. Untuk itu perlu diperhatikan proses pengambilan keputusan dalam berorganisasi. Adapun metode atau proses pengambilan keputusan dapat kita tembuh malelui langkah-langkah berikut:
A.      Identifikasi masalah
Dalam mengambil suatu keputusan, terlebih dahulu kita harus mengetahui selub belu permasalahan yang akan kita selesaikan. Agar tidak terkadi kesalahan dalam engambilan keputusan.
B.      Mengambil alternative keputusan
Setelah kita mengetahui akar permasalahan yang tengah dihadapi, maka selanjutnya kita akan mengambil beberapa alternative pemecahan masalah terbaik yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
C.      Penentuan / pengambilan keputusan
Pada tahap ini, beberapa alternative penyelesaian masalah dirundingkan secara mufakat untuk mengambil keputusan terbaik dalam menyelesaikan masalah tersebut. Dalam pengambilan keputusan ini, dilakukan secara mufakat agar tidak merugikan pihak manapun.
D.      Pengawasan terhadap keputusan yang telah di ambil
Setelah keputusan di ambil, tidak serta merta semua masalah telah dipercahkan. Namun kita perlu mengawasi bahwa keputusan yang telah di ambil secara mufakat tersebut dijalankan sampai suatu masalah tersebut diselesaikan.

Pengertian Motivasi dan Teori-Teori Motivasi

Motivasiadalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Dalam definisi tersebut, ada elemen utama, yaitu intensitas, arah, dan ketekunan. Pada 1950-an, teori motivasi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Teori motivasi yang berkembang pada masa itu, antara lain hierarki teori kebutuhan, teori X dan Y, serta teori dua faktor.Teori motivasikuno dikenal sebagai dasar berkembangnya teori yang ada hingga saat ini.
Manusia bukanlah benda mati yang hanya bergerak apabila mendapatkan daya dari luar yang mendorongnya, melainkan makhluk yang memiliki daya-daya dari dirinya sendiri untuk bergerak. Inilah motivasi. Oleh karena itu, teori motivasi sering juga disebut sebagai penggerak perilaku (the energizer of behaviour). Ada juga yang mengatakan bahwa motivasi adalah penentu (determinan) dari perilaku. Motivasi adalah suatu konstruk teoretis mengenai terjadinya perilaku individu.

Teori Motivasi - Teori Motivasi dalam Definisi dan Konsep banyak teori motivasi yang bisa kita pelajari untuk mengetahui apa yang menjadi motivasi seseorang untuk berperilaku tertentu atau bersikap. Setiap kita sudah tentu memiliki motivasi jika ingin melakukan sesuatu, dan motivasi inilah yang menjadi acuan kita untuk memenuhi apa yang kita butuhkan. Semua motivasi yang ada dalam diri seseorang bisa kita telaah lebih jauh dari Melalui penjabaran teori motivasi yang dikemukakan oleh beberapa ahli psikologi ini, kita bisa mengerti bagaimana seseorang itu bisa memiliki motivasi untuk melakukan sesuatu. Bahwa motivasi setiap individu itu berbeda-beda dikarenakan oleh rangsangan yang mereka terima berbeda-beda. Selain itu berdasarkan juga dapat dilihat mengapa rangsangan bisa menentukan hasil perilaku seseorang dalam melakukan motivasinya. Berikut beberapa teori motivasi yang telah dikemukakan oleh para ahli Teori-Teori Motivasi Periode Awal

Teori Insting Insting menjadi dasar dari teori motivasi. Insting adalah suatu disposisi atau kecenderungan yang ditentukan secara untuk berperilaku dengan cara tertentu bila dihadapkan dengan rangsangan-rangsangan tertentu. Teori motivasi dalam bentuk teori insting ini didukung oleh teori perilaku yang dikemukakan oleh William James.Perilaku manusia ditentukan oleh insting, dan perilaku manusia sejak lahir lebih banyak dari binatang.Teori motivasi ini berdasarkan dari dua teori dasar, yaitu&. Keduadalam teori motivasi homoestatis bisa dijabarkan sebagai berikut:
Teori motivasi yang didasarkan atas determinan-determinan yang bersifat biologis, yang dikemukakan oleh Clark Leonard Hull. Teori ini mengatakan bahwa bila organisme kekurangan zat tertentu, seperti lapar atau haus, maka akan lahirlah kebutuhan yang menciptakan ketegangan dalam tubuh.Aroussal Theory.Teori motivasi ini dikemukakan oleh Elizabeth Duffy. Teori ini mengatakan bahwa organisme tidak selalu berusaha untuk menghilangkan ketegangan, tetapi justru sebaliknya organismeseringkali meningkatkan ketegangan dalam dirinya. Tingkat ketegangan ini berbeda antara individu yang satu dengan individu lainnya, karena sifatnya sangat subjektif. Ada hubungan positif antara efisiensi perilaku dan rangsang yang optimal apabila adanya tegangan yang standar, atau dengan kata lain hal itu dapat terjalin apabila homoestatis terjadi.Teori Atribusi

Teori motivasi dalam teori atribusi ini tidak mendasarkan pemikiran teorinya pada determinan biologis melainkan psikologis dan lingkungan. Teori ini dikemukakan oleh Fritz Heider, yang mengatakan bahwa bagaimana seseorang menafsirkan atau berusaha untuk mengerti apa yang terjadi disekitarnya, akan menentukan perilakunya. Perilaku-perilaku tergantung pada daya-daya efektif dari dalam diri individu dan yang ada dalam lingkungan.Teori Aktualisasai Diri
Teori motivasiini mengungkapkan bahwa pengarahan perilaku manusia untuk mencapai tujuan yang setinggi mungkin, didasari atas suatu reaksi dari perpindahan pemahaman dari pandangan mekanistik. motivasi ini menolak hubungan antara stimulus dan respon yang bersifat mekanistik, karena manusia adalah makhluk rasional. Oleh karena itu, setiap rangsangan yang masuk, akan mengalami proseskognitif terlebih dahulu sebelum terjadinya suatu proses.Teori-Teori Motivasi Periode Baru
Teori Motivasi Hierarki KebutuhanTeori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki teori kebutuhan yang dicetuskan oleh Abraham Maslow. Abraham menyebutkan dalam hipotesisnya bahwa dalam setiap diri manusia terdapat >Fisiologis berupa rasa lapar, haus,,seksual, dan kebutuhan fisik lainnya.
Rasa aman berupa rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional.
Sosial berupa rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan.

Penghargaan berupa faktor penghargaan internal dan eksternal.
Aktualisasi diri berupa pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri.
Teori motivasi ini mengklasifikasikan lima kebutuhan ke dalam beberapa tingkatan. Kebutuhan fisiologis dan rasa aman dikelompokkan sebagai kebutuhan bawah, sedangkan kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tingkat atas. Perbedaan antara kedua tingkat tersebut terletak pada dasar pemikiran bahwa kebutuhan tingkat atas dipenuhi secara internal, sementara kebutuhan tingkat rendah secara dominan dipenuhi secara eksternal.
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham ini mendapatkan pengakuan dari para manajer karena teori ini logis secara intuitif. Akan tetapi, teori motivasi ini tidak diperkuat yang menunjukkan bukti empiris dan tidak menemukan pendukung yang kuat.Teori X dan Teori Y
Teori motivasi ini dikembangkan oleh Douglas McGregor setelah mengkaji cara para manajer berinteraksi dengan para karyawan. Kesimpulan yang didapatkan adalah pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan pada beberapa kelompok asumsi tertentu dan para manajer cenderung membentuk perilaku terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.
Ada empat asumsi yang dimiliki manajer dalam teori X, yaitu sebagai berikut.
Pada dasarnya, karyawan tidak menyukai dan sebisa mungkin menghindari pekerjaan. Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, karyawan akan dikendalikan atau diancam dengan hukuman untuk mencapai Karyawan akan menghindari tanggung jawab dan mencari perintah formal.Sebagian karyawan menempatkan di atas semua faktor lain yang terkait dengan pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi. Selain empat asumsi dalam teori motivasi pada teori X, ada empat asumsi yang dijelaskan dalam teori motivasi pada teori Y. Berikut ini empat asumsi teori Y.
Karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan, seperti istirahat atau Karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan untuk mencapai berbagai tujuan. Karyawan bersedia untuk menerima, mencari, dan bertanggung jawab.
Teori Motivasi Kontemporer

Teori motivasi merupakan sebuah teori yang telah dikembangkan sejak lama. Teori ini menggambarkan kondisi pemikiran saat ini dalam menjelaskan motivasi karyawan. Teori motivasi kontemporer mencakup beberap teori, di antaranya sebagai berikut.
1. Teori Kebutuhan Menurut McClelland
kebutuhan yang dikembangkan oleh David McClelland ini berfokus pada tiga kebutuhan, yaitu: Kebutuhan berprestasi Kebutuhan berkuasa Kebutuhan berafiliasi
2. Teori Evaluasi Kognitif
kognitif merupakan teori motivasi yang menyatakan bahwa pemberian penghargaan-penghargaan ekstrinsik untuk perilaku yang sebelumnya memuaskan secara intrinsik cenderung mengurangi tingkat motivasi secara keseluruhan. Teori ini telah diteliti secara eksensif dan ada banyak studi yang mendukungnya.
3. Teori Penentuan Tujuan
Teori penentuan tujuan merupakan teori motivasi yang mengemukakan bahwa niat untuk mencapai tujuan merupakan sumber motivasi kerja yang utama. Jadi, tujuan memberi tahu seorang karyawan apa yang harus dilakukan dan berapa banyak yang harus dikeluarkan.
Jenis-Jenis Motivasi dari Teori Motivasi
Terdapat beberapa jenis motivasi yang bisa dijabarkan berdasarkan dari teori motivasi yang telah dikemukakan di atas. Para ahli telah melakukan yang mendalam untuk mengetahui jenis-jenis motivasi ini. Dalam penelitian tersebut, para ahli telah berhasil mengelompokkan motivasi ke dalam beberapa jenis, yaitu:
Motivasi Dasar.&Motivasi yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan biologis, seperti makan, minum, bernafas, bergerak, istirahat, berkembang, perlindungan diri dan sebagainya.Motivasi Sosial.
Motivasi sosial adalah jenis motivasi yang dipelajari. Motivasi sosial itu dapat dibeda-bedakan pada setiap dan kelompok masyarakat. Motivasi ini merupakan perkembangan dari motivasi yang dipengaruhi oleh nilai-nilai sosial, adat-istiadat, kultur masyarakat, lingkungan, serta letak geografis.
Motivasi Objektif.
Motivasi yang dijabarkan dari temuan dilapangan dan teori motivasi ini timbul dan ditujukan untuk berinteraksi secara efektif dengan lingkungan, seperti menyelidiki untuk mendapatkan kebenaran,memanfaatkan sesuatu yang berguna, serta keinginan atau kecenderungan untuk melakukan sesuatu kegiatan yang disenangi.

strategi penyelesaian konflik


STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
Pendekatan penyelesaian konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua dimensi ialah kerjasama/tidak kerjasama dan tegas/tidak tegas. Dengan menggunakan kedua macam dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan penyelesaian konflik ialah :
1. Kompetisi
Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain. Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
2. Akomodasi
Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
3. Sharing
Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lkain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.
4. Kolaborasi
Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
5. Penghindaran
Menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.



Konflik dalam Organisasi


 Sumber konflik dalam organisasi dapat ditelusuri melalui Konflik dalam diri individu (intrapersonal conflict), Konflik antarindividu (Interpersonal conflict), Konflik antarkelompok (Intergroup conflict), ataupun Konflik antar individu dengan kelompok.
Faktor-faktor yang menyebabkan sebuah konflik
• faktor komunikasi (communication factors)
• faktor struktur tugas maupun struktur organisasi (job structure or organization structure)
• faktor yang bersifat personal. (personal factors)
• faktor lingkungan (environmental factors)
1. Konflik ini bisa berasal dari dalam diri. penyebab dari dalam bisa bersumber dari sifat-sifat atau ciri-ciri kepribadian dari orang yang bersangkutan. Hal ini terjadi karena seseorang diperhadapkan pada dua tujuan atau karena harus membuat keputusan untuk memilih alternative yang terbaik.
2. Konflik yang bersumber dari luar. Misalnya,
tuntutan lingkungan kerja yang baru, kehilangan kebebasan pribadi, erosi kontak wajah, terus-menerus dipaksa mempelajari keterampilan kerja baru karena tuntutan pekerjaan, dan terlewatkan dalam promosi jabatan.
3. Konflik yang disebabkan oleh pembagian sumber daya (resource interdependence). Antarunit kerja bersaing karena untuk mendapatkan sumber daya yang lebih (personil, dana, material, peralatan, ruangan, fasilitas computer dan lainnya).
4. Deskripsi tugas yang tidak jelas. Ini akan mengakibatkan konflik karena tidak ada guide lines dan policies yang jelas, akan membuat kelompok lainnya tersinggung karena dilangkahi.
5. Perbedaan kekuasaan dan status. Biasanya terjadi karena suatu departemen merasa lebih penting atau memiliki rasa over value ketimbang departemen lainnya. Departemen yang lainnya pasti akan merasa dilecehkan.
6. Perbedaan sistem imbalan dan intensif yang diatur per-unit, bukan berdasarkan tujuan organisasi.
7. Faktor birokratik, dimana pegawai lini memiliki wewenang dalam proses pengambilan keputusan sementara staf lebih pada memberikan rekomendasi atau saran. Sering pegawai lini merasa lebih penting, sementara staf merasa lebih ahli. Ujung-ujungnya konflik.
8.sistem komunikasi dan informasi yang terganggu. Kadang, terjadi misunderstanding di kalangan pelaku organisasi karena informasi yang diterima kurang jelas atau bertentangan dengan tujuan yang sebenarnya.




Struktur Skema Organisasi


Struktur Skema Organisasi
1. SKEMA ORGANISASI
Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya, yang memberikan manfaat bagi organisasi tersebut dan juga adanya keterikatan antara satu bagian dengan bagian yang lain di mana dapat saling membantu antar bagian jika ada kesulitan dan juga dapat menyelesaikan suatu masalah dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.
2.    Macam-macam Skema Organisasi:
a. Berdasarkan teknik atau cara membuatnya:


-          Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah
-          Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan
-          Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar
-          Skema organisasi Lingkaran
-          Skema organisasi Gambar
b. Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya
§  Skema Organisasi Fungsional
Menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-fungsi yang lain dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain.
§  Skema Organisasi Jabatan
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing, tetang cara bekerja, apa yang harus ia lakukan dan pencapaian yang ia dapatkan.


§  Skema Organisasi Nama
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan, yang mengejarkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya


§  Skema Organisasi Nama dan Jabatan
Menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.


§  Skema Organisasi Struktur
Menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut, dan juga fungsi-fungsi antara bagian-bagian itu satu sama lain yang saling berhubungan dan juga saling membantu.






CONTOH SKEMA KEPRES No.67




Arti Pentingnya Organisasi


Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. atau dapat disebut sebagai bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama(tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap: rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan factor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.

Kesimpulannya adalah betapa pentingnya organisasi bagi kehidupan kita, karena hampir setiap aspek kehidupan kita tidak lepas dari apa yang dinamakan organisasi. Organisasi dibentuk agar kita dapat menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan dengan cara bekerjasama antara satu sama lain didalam suatu organisasi.

Organisasi Berdasarkan Tipe/Bentuknya

Organisasi Berdasarkan Tipe/Bentuknya
1. Organisasi Lini
Diciptakan oleh Henry Fayol, organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
http://amamizu.files.wordpress.com/2010/10/untitled1.jpg?w=400&h=250 
contoh struktur organisasi lini
2. Organisasi Lini dan Staff
Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asas komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan.
http://amamizu.files.wordpress.com/2010/10/untitled2.jpg?w=412&h=240 
contoh struktur organisasi lini dan staff
3. Organisasi Fungsional
Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi faktor utama.
http://amamizu.files.wordpress.com/2010/10/untitled3.jpg?w=412&h=240 
contoh struktur organisasi fungsional
4. Organisasi Lini dan Fungsional
Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.
http://amamizu.files.wordpress.com/2010/10/untitled4.jpg?w=600&h=368 
contoh struktur organisasi lini & fungsional

Ciri-ciri Organisasi dan Unsur Organisasi


   Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.

Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.

Unsur – Unsur Organisasi
Unsur dasar yang membentuk suatu organisasi terdiri dari :
1. Anggota organisasi.
Yaitu, Orang-orang yang melaksanakan pekerjaan organisasi, membentuk organisasi serta terlibat dalam beberapa kegiatan primer. Orang-orang ini terlibat juga dalam kegiatan pemikiran-pemikiran yang meliputi konsep-konsep, penggunaan bahasa, pemecahan masalah, dan pembentukan gagasan. Mereka juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan perasaan yang mencakup emosi, keinginan, dan aspek-aspek perilaku manusia lainnya yang bukan aspek intelektual. Mereka juga terlibat dalam kegiatan self-moving (mencakup kegiatan fisik). Dan mereka terlibat juga dalam kegiatan elektrokimia yang mencakup brain synaps (daerah kontak otak tempat impuls saraf ditransmisikan hanya ke satu arah).
2. Pekerjaan dalam organisasi
Pekerjaan ini terdiri dari tugas-tugas formal dan tugas-tugas informal. Tugas-tuguas ini menghasilkan produk dan memberikan pelyanan organisasi. Pekerjaan ini ditandai oleh tiga dimensi universl ;
Isi
Keperluan
Konteks
Praktik-praktik pengelolaan